Pengembangan Professional


Apa yang kalian ketahui tentang keterampilan berkomunikasi ?

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Komunikasi biasanya dilakukan dengan cara lisan agar lebih mudah untuk dimengerti oleh banyak pihak. Selain pembicaraan yang dilakukan, orang yang berkomunikasi juga dapat menambahkan gerak-gerik badan seperti tersenyum di sela-sela pembicaraan, menggelengkan kepala, mengangkat bahu, agar kegiatan komunikasi tersebut dapat terlihat lebih rileks dan santai.

Seorang komunikator yang baik adalah seorang pendengar yang baik, seorang pendengar yang baik akan membuat lawan bicara sangat antusias. Ada beberapa cara agar komunikasi menjadi lebih menyenangkan, yaitu :

1.       Beri kesempatan pada lawan bicara untuk menyampaikan seluruh informasi yang ingin dia sampaikan
2.       Jangan mengungguli lawan bicara
3.       Tetapkan topik pembicaraan yang disukai oleh kedua belah pihak
4.       Gunakan humor agar pembicaraan tidak merasa membosankan
5.       Tunjukkan sikap antusias terhadap lawan bicara
6.       Berikan senyuman atau wajah ramah
7.       Perluas wawasan

Dengan beberapa cara di atas maka perbincangan yang dilakukan akan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu kaku atau monoton. Ada 2 sifat dalam berkomunikasi, yaitu :

1.       Komunikasi Induksi
2.       Komunikasi Deduksi

Komunikasi Induksi
                Komunikasi Induksi adalah komunikasi yang mirip seperti perintah, namun dalam hal ini kita menggunakan strategi seperti akibat-sebab. Dalam Induksi kita menggunakan akibat-sebab, jadi kita membicarakan hal yang akan terjadi terlebih dahulu lalu kita meminta tolong pada orang yang ingin kita mintai pertolongan untuk melakukan hal yang ingin kita inginkan karena akibat yang telah kita jelaskan sebelumnya. Contoh : “Adik, karena Ibu sedang tidak enak badan, bisakah kamu tolong belikan Ibu obat di warung”.

Komunikasi Deduksi
                Komunikasi Deduksi adalah komunikasi yang masih hamper sama dengan komunikasi Induksi, namun di sini kita menggunakan sebab-akibat yang merupakan kebalikan dari Induksi. Jadi kita meminta tolong pada seseorang terlebih dahulu lalu kita menjelaskan alasan mengapa kita ingin meminta tolong. Contoh : “Kakak, tolong belikan Ibu telur di warung, karena Ibu sedang sibuk memasak di dapur”.

Jadi dapat disimpulkan, komunikasi adalah alat yang paling penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa komunikasi manusia tidak akan dapat memahami antara satu pihak dengan pihak yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar